Pusat Pendidikan Pertanian

The Center of Amazing Excellent Millennials Vocational Education on Agriculture in Indonesia
E-mail

pusdiktan@pertanian.go.id

Jam Buka

Senin - Kamis 07.30 - 16.00 | Jumat 07.30 - 16.30

Terkini

Warta

Silahkan klik flyer untuk informasi lebih lanjut

Agenda

Upcoming Events

Sebagai sebuah pusat pendidikan utamanya dalam bidang pertanian di Indonesia, Pusat Pendidikan Pertanian mengemban tanggung jawab untuk turut serta mengedukasi sumber daya manusia pertanian dan masyarakat Indonesia melalui berbagai macam kegiatan dan acara.

Kabar Pendidikan

Info Kampus​

Pusat Pendidikan Pertanian menaungi 7 poltektan serta membina sekolah menengah kejuruan pertanian bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP saat ini menyelenggarakan pendidikan menengah vokasi pertanian di 3 (tiga) SMK-PP, dan 84 SMK bidang pertanian lainnya di bawah pemerintah daerah dan swasta atau yayasan.

Hi, I’m a Tooltip

Tekan pin pada gambar untuk informasi lebih lanjut.

135 +

Kerja Sama

297 +

Pengajar

2840 +

Peserta Didik

2674 +

Lulusan Terbaik

Kerja Sama

Kemitraan & Kolaborasi

Faktual​

Bicara Fakta​​

MAGELANG – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) belum sepenuhnya hilang dari Indonesia. Upaya antisipasi harus terus dilakukan agar Indonesia bisa terbebas dari PMK. Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) menggalakkan vaksinasi pada ternak.

Bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) melakukan vaksinasi booster pada 26 sapi di lingkungan kampus.

Penyakit yang menyerang hewan berkaki belah ini cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya penyakit ini mudah menular. Sehingga berakibat pada menurunnya produktivitas ternak, bahkan kematian ternak secara mendadak.

Di berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong petani dan peternak untuk menggenjot produktivitas sektor pertanian. Melalui penerapan budidaya yang tepat, dan pencegahan serta penanganan penyakit.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menegaskan perlunya peternak untuk mengendalikan penyakit pada ternak.

“Kalau ingin terjun di sektor peternakan, ada 3 hal yang harus dikuasai. Yakni bibit, pakan, juga pengendalian penyakit.” ungkap Dedi.

Ia mendorong peternak untuk mengetahui dan bisa mencegah ternaknya tertular penyakit.

Disebutkan oleh Hendri Saputra, petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, peternak wajib mengenali gejala klinis PMK. Yakni ditemukan lepuh pada lidah, gusi, hidung, dan kuku, kepincangan, air liur yang berlebihan, serta hilangnya nafsu makan.

Hendri menghimbau peternak untuk segera melapor jika mendapati gejala tersebut ke dinas peternakan setempat atau mantri di wilayahnya.

Ia menegaskan perlunya mewaspadai PMK, terutama jika berada di wilayah yang terindikasi terkena PMK.

“Satu-satunya cara melawan virus PMK hanya dengan vaksinasi PMK’, tegasnya.

Ditemui dalam wawancara (2/4), Wakil Direktur 3 Polbangtan YOMA, Budi Purwo Widiarso, menyebutkan ini adalah vaksinasi booster pertama yang dilakukan Polbangtan YOMA pada sapi di lingkungan kampus.

“Vaksinasi booster ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus PMK pada sapi, sehingga kemampuan perlindungan diri terhadap penyakit PMK meningkat.” papar Budi.

Pada kesempatan ini, mahasiswa Polbangtan YOMA turut andil dalam pemberian vaksinasi. Mereka telah mendapatkan pelatihan vaksinator dan data encoder pada 2022 silam.

Belajar Pertanian

VOKA-PEDIA

Sektor pertanian memiliki informasi dan istilah khusus di dalam beragam aktivitas bidang pertanian. Voka-Pedia atau Vokasi Ensiklopedia dibuat dengan tujuan menjadi kamus rujukan bagi Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, yang menyediakan uraian ratusan istilah informasi yang disusun sesuai abjad yang berkaitan dengan dunia pertanian.

MEDIA

Galeri Pusdiktan

Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS)