Pusat Pendidikan Pertanian

The Center of Amazing Excellent Millennials Vocational Education on Agriculture in Indonesia
E-mail

pusdiktan@pertanian.go.id

Jam Buka

Senin - Kamis 07.30 - 16.00 | Jumat 07.30 - 16.30

Terkini

Warta

Agenda

Upcoming Events

Sebagai sebuah pusat pendidikan utamanya dalam bidang pertanian di Indonesia, Pusat Pendidikan Pertanian mengemban tanggung jawab untuk turut serta mengedukasi sumber daya manusia pertanian dan masyarakat Indonesia melalui berbagai macam kegiatan dan acara.

Kabar Pendidikan

Info Kampus​

Pusat Pendidikan Pertanian menaungi 7 poltektan serta membina sekolah menengah kejuruan pertanian bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP saat ini menyelenggarakan pendidikan menengah vokasi pertanian di 3 (tiga) SMK-PP, dan 84 SMK bidang pertanian lainnya di bawah pemerintah daerah dan swasta atau yayasan.

Hi, I’m a Tooltip

Tekan pin pada gambar untuk informasi lebih lanjut.

135 +

Kerja Sama

297 +

Pengajar

2840 +

Peserta Didik

2674 +

Lulusan Terbaik

Kutipan Sepekan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

“Ketahanan suatu negara ditentukan oleh ketahanan pangan”

Kerja Sama

Kemitraan & Kolaborasi

Faktual​

Bicara Fakta​​

JAKARTA – Kementerian Pertanian melalui Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menandatangani kerja sama dengan Persol Global Workforce Co., Ltd., (PERSOL) di Jepang, pada Selasa (29/11/2022) dalam rangka menyelenggarakan program pendidikan sekaligus pelatihan bagi para petani muda di Tanah Air.

Seperti dikatakan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, program pendidikan dan pelatihan ini memberi kesempatan kepada petani muda Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia.

“Nantinya program ini akan memberi kesempatan kepada petani muda baik laki-laki maupun perempuan yang akan memainkan peran penting dalam pertanian dan pembangunan pedesaan di Indonesia untuk kerja dan belajar bersama pertanian di Jepang,” ujar Syahrul Yasin Limpo. Adapun penandatanganan memorandum tersebut diwakili oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Indonesia, Idha Widi Arsanti, dan Morihiro Tada sebagai Perwakilan Direktur Eksekutif dari PERSOL.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, lewat program ini, para petani muda akan belajar seputar teknik pertanian, keterampilan manajemen pertanian, kegiatan pemuda pertanian, hingga fungsi masyarakat pedesaan di Jepang. Adapun sejumlah kriteria calon peserta yang akan dipilih oleh Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP telah ditentukan dalam memorandum, meliputi orang yang terlibat dalam pertanian dengan setidaknya dua tahun pengalaman pertanian praktis di Indonesia, dan diharapkan menjadi petani kunci di daerah pedesaan setelah menyelesaikan program. Jenis pertanian yang diinginkan peserta untuk dipelajari dan subjek studinya di Jepang harus dicocokkan.

Dari sisi usia di syaratkan berusia antara 19-28 tahun dengan setidaknya pendidikan wajib serta memiliki motivasi kuat serta memiliki kondisi fisik yang baik hingga dapat menyelesaikan pelatihan di Jepang. Peserta pun harus memiliki keterbukaan pikiran dan kemauan untuk menyesuaikan diri dengan pelatihan dan tinggal di Jepang, memiliki keinginan kuat untuk pengembangan diri dan pemahaman yang jelas tentang tujuan program pelatihan di Jepang, berakal sehat untuk mematuhi hukum dan peraturan Jepang, serta aturan dan instruksi yang ditetapkan oleh PERSOL dan petani tuan rumah.

“Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan persahabatan antara Jepang dan Indonesia, serta mengembangkan hubungan masa depan kedua negara dalam industri pangan dan pertanian, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” terang Idha. Idha menjelaskan, nantinya peserta terpilih akan menjalani setidaknya dua bulan masa orientasi sebelum keberangkatan ke Jepang. “Peserta akan dibekali tujuan program, bahasa Jepang dasar, informasi umum tentang masyarakat Jepang, budaya, adat istiadat dan pertanian,” terang Idha.

BPPSDMP melalui Pusat Pendidikan Pertanian akan menanggung sebagian biaya yang diperlukan untuk program pelatihan, termasuk tiket pesawat udara internasional kelas ekonomi pulang pergi (Indonesia-Jepang-Indonesia). “Kami akan melakukan yang terbaik untuk menangani pembagian biaya, jika terjadi pengurangan subsidi program oleh pemerintah Jepang sejauh anggaran program mencukupi,” ujarnya.

Sedangkan untuk peserta pelatihan dan pelaksanaan program di Jepang akan ditanggungjawabi oleh PERSOL. Termasuk menanggung biaya yang diperlukan untuk program pelatihan di luar Indonesia, seperti transportasi domestik di Jepang, kegiatan pendidikan di Jepang serta tunjangan bulanan yang sesuai untuk peserta pelatihan. “PERSOL juga akan mengadakan asuransi terhadap cedera, penyakit dan kematian peserta pelatihan selama masa pelatihan, termasuk transit antara dua negara dan memberikan kompensasi untuk kasus-kasus ini dalam batas cakupan asuransi yang berlaku,” demikian isi salah satu poin dalam memorandum tersebut.

Belajar Pertanian

VOKA-PEDIA

Sektor pertanian memiliki informasi dan istilah khusus di dalam beragam aktivitas bidang pertanian. Voka-Pedia atau Vokasi Ensiklopedia dibuat dengan tujuan menjadi kamus rujukan bagi Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, yang menyediakan uraian ratusan istilah informasi yang disusun sesuai abjad yang berkaitan dengan dunia pertanian.

MEDIA

Galeri Pusdiktan

Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS)