Home » Blog » Tekuni Agribisnis, Peternak Millenial Jawa Timur Raup Omzet 5 Juta per Bulan

Tekuni Agribisnis, Peternak Millenial Jawa Timur Raup Omzet 5 Juta per Bulan

TULUNGAGUNG – Layaknya merpati tak ingkar janji, sektor pertanian tak akan punah selagi manusia membutuhkan bahan pangan dan ini merupakan peluang untuk.menghasilkan pundi-pundi cuan. Sektor pertanian terus membuka peluang bagi siapa saja yang mau mengembangkan usaha, tak terkecuali kaum millenial.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Milenial Agriculture Forum (MAF) dengan mengusung tema buat Membangun Usaha Peternakan Kambing (6/1/2024). Acara ini sejalan dengan tujuan Kementan dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian yang mampu menerapkan konsep smart farming. MAF juga membuka peluang kolaborasi serta jaringan usaha baik dengan penyuluh, petani lain, Perbankan serta stakeholder lainnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, saat membuka acara menegaskan tentang peran penting petani milenial dalam mendorong pertumbuhan sektor peternakan di Indonesia.

“Adaptasi terhadap teknologi peternakan dan peningkatan produktivitas serta kualitas ternak adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan zaman” ujar Dedi.

Dedi menggarisbawahi pentingnya petani milenial untuk menjadi wirausahawan muda. Ia mendorong mereka untuk terlibat dalam seluruh rantai nilai agribisnis, mulai dari pengadaan input pertanian, produksi, pengolahan, hingga pemasaran produk.

Dengan fokus pada keuntungan, petani milenial diharapkan dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian.

Noval Subagio peternak millenial dari kambing dari Jawa Timur (Jatim) hadir berbagi kisah sukses yang dapat menjadi inspirasi bagi petani milenial lainnya untuk berani mencoba dan mengembangkan bisnis pertanian.

Dengan tekad dan keuletan, Noval berhasil mengubah keadaan di desanya menjadi ladang kesuksesan melalui usaha peternakan kambing. Ia pun menjadi salah satu penerima manfaat Program Pemberdayaan Pertanian Inovatif Unggul Polbangtan Malang.

Noval Subagio membagikan pengalaman awal mula merintis menjadi pengusaha ternak kambing. Semua dimulai saat Noval melihat melimpahnya pakan ternak di sekitar desanya. Dengan modal kandang 8 ekor dan 3 ekor kambing, Noval berhasil menciptakan sumber penghasilan yang menguntungkan.

Pada tahun 2020, Noval mengenal Program YESS dari PPL Pendamping Desa Kasreman Kecamatan Pakel, Tulungagung. Terlibat dalam program ini, Noval mengikuti pelatihan dan pada tahun 2022 Ia menjadi salah satu penerima manfaat program.

Pemanfaatan bantuan digunakan untuk pembelian kambing jantan membawa dampak positif. Awalnya 4 ekor, kini jumlahnya mencapai 47 ekor dengan omzet 5 juta per bulan.

Noval fokus pada pengembangan populasi sebagai strategi bisnis, menjaga kualitas ternak dan memastikan pakan berkualitas. Kini, usahanya telah berkembang menjadi usaha sate dan gule dengan 3 karyawan yang merupakan penerima manfaat program YESS.

Noval juga memanfaatkan diversifikasi produk dengan menjual DOKA (Domba dan Kambing siap jual) dan KOHE (Kotoran Hewan). Pemasaran produknya meliputi offtaker, rumah makan sate, hajatan, kegiatan keagamaan, peternak kecil, dan produsen pupuk organik. Kolaborasi dengan teman-teman PM yang terkait dengan Horti dan Tanaman Pangan menciptakan ekosistem yang saling membutuhkan.

Tantangan yang menghadang, seperti pesaing bermodal besar, harga pangan yang meningkat, dan perubahan cuaca, diatasi dengan strategi cerdas. Pembelian bibit yang bagus dengan kedatangan lebih pagi, investigasi kebutuhan pakan untuk mendapatkan harga lebih murah, dan antisipasi terhadap perubahan cuaca menjadi kunci kesuksesan.

Dengan kebutuhan pasar yang meningkat, Noval berupaya memenuhi permintaan dengan identifikasi potensi di setiap kecamatan di Tulungagung. Meski pasokan masih ada, Noval terus berusaha untuk mengatasi hambatan ini.

Noval Subagio, dengan keberanian dan semangat pantang menyerahnya, berhasil membuktikan bahwa dengan perjuangan dan pengelolaan yang baik, peternakan kambing bisa menjadi ladang kesuksesan dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar.

Di akhir sesi, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti menambahkan bidang peternakan kambing ini ternyata sangat menarik.

“Ini mendengarkan Noval memberikan motivasi kepada para peternak muda untuk berbisnis peternakan, yang namanya berbisnis akan ada kegagalan, namun jadikan kegagalan sebagai pelajaran dalam meraih sukses” kata Santi.

MAF Volume 5 edisi 1 berhasil menciptakan momentum positif bagi pertanian di Indonesia, khususnya di bidang peternakan. Dengan semangat berbisnis nasional dan adaptasi terhadap inovasi, diharapkan petani milenial akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan serta meningkatkan ekspor komoditas pertanian Indonesia ke pasar global.

Santi menambahkan, tantangan akan selalu ada untuk itu forum ini diharapkan menjadi ajang berbagi ilmu dan berdiskusi dan mencari solusi usaha pertanian khusus nya di bidang peternakan.

“Bagi para peternak muda, dapat melakukan diskusi di Polbangtan Kementerian Pertanian bahkan kita juga bisa bermitra dalam hal pemasaran, diharapkan dengan kemitraan dapat memberikan manfaat untuk petani petani milenial terutama para peseta forum Mileneal Agriculture Forum hari ini” tandas Santi.