TANGERANG - Kementerian Pertanian terus melakukan upaya, dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian melalui pendidikan vokasi. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan dalam penulisan artikel ilmiah.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Pusat Pendidikan Pertanian, menyelenggarakan Workshop Standardisasi / Coaching Clinic Penulisan Artikel Ilmiah yang dilaksanakan di Kampus Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) Serpong (14/2/2024).
Tujuan diadakan workshop ini untuk mendukung perkembangan akademik dan riset di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) /PEPI/SMK-PP di lingkup Kementan.
Peserta workshop berasal dari perwakilan seluruh Polbangtan dan PEPI yang hadir secara langsung maupun daring.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, pendidikan vokasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan institusinya dalam rangka regenerasi SDM pertanian, khususnya pelaku utama dan pelaku usaha pertanian.
“Pendidikan vokasi itu salah satu upaya upaya kami untuk mencetak generasi muda di yang bergerak di sektor pertanian, dalam rangka regenerasi di sektor pertanian,” kata Amran.
Amran berharap Polbangtan dan PEPI harus menjadi ujung tombak bagi tumbuh kembangnya generasi muda yang memiliki wawasan dan minat luas di sektor pertanian.
“Polbangtan dan PEPI sebagai pelaksana pendidikan vokasi merupakan pabrik pencetak generasi milenial yang harus terus melakukan inovasi dan riset,” kata Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, pendidikan vokasi pertanian menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pertanian sebagai wadah menjaring SDM berkualitas yang nantinya akan menjadi pelopor pembangunan pertanian.
“Pendidikan vokasi ini adalah wahana untuk menempa generasi unggul di sektor pertanian, yang nantinya akan mengisi pembangunan di sektor pertanian itu sendiri,” tutur Dedi.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti menjelaskan, sebagai institusi pendidikan, maka para dosen berpegang teguh pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang salah satunya adalah keilmiahan atau penelitian.
“Untuk mendukung kenaikan pangkat fungsional, para dosen harus mem-publish kegiatan penelitiannya di dalam jurnal. Bagaimana untuk mempublish di jurnal nasional terindeks SINTA, kemudian jurnal internasional terindeks SCOPUS, tentu saja hal ini perlu trik dan tips,” terang Santi.
Dikatakannya, hal inilah yang harus gerus menerus dikembangkan dan dipelajari, karena para dosen di Kementerian Pertanian melalui Polbangtan dan PEPI masih banyak yang fungsionalnya berada di lector maupun asisten ahli.
Menurut Santi, masih banyak pengetahuan yang belum didapatkan seperti pembuatan manuscript jurnal yang bisa diterima di jurnal-jurnal terindeks tersebut.
“Harapannya, setelah kegiatan ini dosen-dosen kita akan semakin aware, punya persepsi yang sama, semakin tangguh atau canggih dalam mempublikasikan kegiatan penelitiannya dan memformulasikannya dalam suatu jurnal atau manuscript,” harap Santi.
Dengan begitu, ia berharap para dosen akan lebih produktif, karena kegiatan penelitian yang dilakukan dosen cukup banyak. “Nah, bagaimana agar dapat menuangkan ke dalam manuscript dan publish di jurnal, tentu masih menjadi tantangan untuk para dosen di Polbangtan dan PEPI,” terang Santi.
Pada workshop tersebut, hadir sebagai narasumber di antaranya Amirul Mukminin selaku Asesor Jabatan Fungsional LK/GB Kemendikbudristekvdan Muhammad Arsyad selaku Wakil Kelua Asosiasi Jurnal Pertanian Indoensia.